Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2012

Kesuksesan Perusahaan Dinilai Dari Perbandingan Budget Dan Realisasi Kerja

Dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan tersebut telah sukses atau kurang sukses. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-sebab penyimpangan antara budget dengan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun rencana-rencana (budget) selanjutnya serta lebih matang dan lebih akurat.

Kegunaan Pokok Budget

Budget mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu:
1.    sebagai pedoman kerja
budget berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
2.    sebagai alat pengkoordinasian kerja
budget berfungsi sebagai alat pengkoordinasian kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerjasama dengan baik, untuk menuju sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.
3.    sebagai alat pengawasan kerja
budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti.

Kehidupan Perusahaan Dipengaruhi Oleh Perekonomian Secara Umum

Keadaan perekonomian secara umum, baik nasional maupun internasional sangat mempengaruhi kehidupan suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan yang hidup didalam perekonomian yang mantap, posisinya akan lebih mantap juga, sehingga memungkinkan untuk menyusun budget yang berjangka panjang. Sedangkan Perusahaan yang hidup didalam perekonomian yang kurang mantap juga, sehingga kurang memungkinkan untuk menyusun budget yang berjangka panjang.

Umur Perusahaan Mempengaruhi Penyusunan Budget

Bagi perusahaan telah lama berdiri, sehingga mempunyai cukup banyak data, informasi serta pengalaaman , mempunyai kemungkinan menyusun budget yang berjangka panjang . sebaliknya, bagi perusahaan yang belum lama berdiri, sehingga belum cukup memiliki data dan informasi, serta belum cukup memiliki pengalaman dalam pasang surutnya dunia perekonomian dan “pergantian zaman”, sebaiknya menyusun budget yang berjangka pendek saja.

Budget Jangka Panjang Sesuai Dengan Perusahaan Dengan Data Lengkap

Perusahaan yang mempunyai data dan informasi serta pengalaman yang lengkap mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk budget yang berjangka panjang daripada perusahaan yang tidak cukup mempunyai data  dan informasi yang diperlukan.

Data Dan Informasi Lengkap Diperlukan Untuk Penaksiran Yang Akurat

Untuk bisa melakukan penaksiran-penaksiran yang lebih akurat, diperlukan data serta informasi yang lengkap. Oleh sebab itu, bagi perusahaan yang mempunyai data dan informasi serta pengalaman yang lengkap, lebih mempunyai kemungkinan untuk melakukan penaksiran-penaksiran yang akurat untuk jangka panjang.

Jumat, 10 Februari 2012

Budget Tentang Taksiran Masa Depan Perusahaan

Budget berisikan teksiran-taksiran tentang apa yang terjadi dan apa yang akan dilakukan perusahaan di waktu yang akan datang. Budget yang baik adalah budget yang dapat dipergunakan sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja serta sebagai alat pengawasan kerja, adalah budget yang berisikan taksiran-taksiran yang akurat, yang tidak banyak berbeda dengan kenyataan yang terjadi (realisasi) nanti. Budget yang banyak menyimpang dari kenyataannya nanti akan tidak berguna lagi sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja serta sebagai alat pengawasan kerja, sehingga harus direvisi.

Produk Dengan Pemakaian Jangka Pendek Keadaannya Kurang Mantap

Bagi perusahaan produknya termasuk kelompok yang digemari para pemakainya untuk jangka pendek saja, maka keadaannya menjadi kurang mantap, sehingga tidak memungkinkan untuk menyusun busget yang berjangka panjang, bahkan mungkin harus menyusun budget bertahap (continuous budget).

Produk Dengan Pemakaian Jangka Panjang Keadaannya Lebih Mantap

Bagi perusahaan yang produknya termasuk kelompok yang digemari para pemakainya untuk jangka panjang (misalnya sabun mandi, pasta gigi , alat tulis-menulis, gula, the dan sebagainya), keadaannya lebih mantap sehingga memungkinkan untuk menyusun budget yang berjangka panjang.

Produk Berdasarkan Umur Pemakaian

Barang yang dihasilkan oleh perusahaan dapat juga dikelompokkan menurut jangka waktu (umur) selera pemakainya. Dipandang dari sudut ini, produk dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1.    produk yang dalam jangka waktu lama masih disukai oleh para pemakainya
2.    produk  yang hanya dalam jangka pendek saja disukai para pemakainya (misalnya barang-barang mode).

Produk Elastis

Produk elastis adalah jumlah produk yang terjual sangat dipengaruhi oleh perubahan harga jualnya. Dengan kata lain, perubahan harga jual yang kecil saja sudah mengakibatkan perubahan jumlah penjualan yang cukup besar. Bagi perusahaan yang hasil produksinya termasuk kelompok produk yang elastis, posisinya menjadi kurang mantap, karena mudah tergoncang sebagai akibat perubahan harga. Dengan demikian sebaiknya perusahaan semacam ini menyusun budget yang berjangka pendek.

Produk In Elastis

Produk in-elastis adalah jumlah produk yang terjual tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga jualnya.  Dengan lain kata, perubahan harga jual yang besar hanya mengakibatkan perubahan yang kecil saja terhadap jumlah produk tersebut yang bisa terjual. Bagi perusahaan yang hasil produksinya termasuk kelompok produk yang in-elastis, posisinya relative lebih stabil, karena tidak mudah tergoncang sebagai akibat perubahan harga. Dengan demikian perusahaan semacam ini dimungkinkan untuk menyusun budget yang berjangka panjang.

Elastisitas Permintaan Terhadap Perubahan Harga Jual

Dipandang dari sudut elastisitas permintaan terhadap perubahan harga jual, produk yang dihasilkan perusahaan dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1.    produk in-elastis
yaitu perubahan harga jual produknya tidak terlalu dipengaruhi oleh jumlah produk yang terjual.
2.    produk elastis
yaitu perubahan harga jual produknya sangat mempengaruhi jumlah produk yang terjual.

Perusahaan Lemah, Posisi Kurang Mantap

Bagi perusahaan yang yang lemah posisinya dalam persaingan, akan kurang mantap dan kurang stabil. Dengan demikian bagi perusahaan semacam ini lebih sesuai untuk menyusun budget yang berjangka pendek.

Perusahaan Besar Tidak Mudah Digoyahkan Dalam Persaingan

Perusahaan yang mempunyai posisi kuat di dalam persaingan, akan lebih mantap dan stabil, karena tidak mudah digoyahkan oleh tindakan para pesaingnya. Dengan demikian bagi perusahaan semacam ini memungkinkan untuk menyusun budget yang berjangka panjang.

Perusahaan Dengan Psar Sempit, Posisinya Kurang Stabil

Perusahaan yang bergantung pada suatu pasar yang sempit, posisinya akan kurang stabil. Karena apabila terjadi suatu kegoncangan di pasar yang bersangkutan, maka dampaknya akan menggoncangkan kehidupan perusahaan.

Perusahaan Dengan Posisi Stabil Sesuai Dengan Forecasting Jangka Panjang

Perusahaan yang mempunyai posisi yang relative stabil akan mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk melakukan forecasting untuk jangka waktu yang panjang, sehingga memungkinkan pula untuk menyusun budget yang berjangka panjang.

Perusahaan Besar, Posisi Lebih Stabil

Perusahaan yang mempunyai pasar penjualan yang cukup luas, posisinya lebih stabil, karena jika terjadi kegoncangan disalah satu pasarnya tidak terlalu besar pengaruhnya pada kegiatan penjualan perusahaan secara keseluruhan.

Kamis, 09 Februari 2012

Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Budget Yang Tepat

Untuk memilih jangka waktu berlakunya budget yang tepat, perlu dipertimbangkan beberapa factor yang mempengaruhi, antara lain:
1.    luas pasar penjualan produk  yang dihasilkan
2.    posisi perusahaan dalam persaingan
3.    jenis produk yang dihasilkan perusahaan
4.    tersedianya data dan informasi untuk melakukan forecasting
5.    keadaan perekonomian pada umumnya.

Budget Yang Menyimpang Layak Direvisi

Budget yang tidak sesuai dengan realisasinya tidak akan bisa dijadikan sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja mapun segai alat pengawasan kerja. Budget yang sudah kehilangan fungsinya tersebut sudah selayaknya direvisi, sehingga harus pula disusun budget yang baru.